Hashiyat Madu Menurut Al Qur'an dan Al Hadits
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:
Ada
seorang lelaki datang kepada Nabi saw. lalu berkata: Saudaraku merasa
mual-mual perutnya. Rasulullah saw. bersabda: Minumkanlah madu! Setelah
orang itu memberi minum madu kepada saudaranya, dia datang lagi kepada
Nabi saw. dan melapor: Aku telah meminumkannya madu tetapi dia malah
bertambah mulas. Kejadian itu berulang sampai tiga kali. Pada kali yang
keempat Rasulullah saw. tetap bersabda: Minumkanlah madu! Orang itupun
masih saja melapor: Aku benar-benar telah meminumkannya madu tetapi dia
malah bertambah mulas, maka Rasulullah saw. bersabda: Maha benar Allah
(dalam firman-Nya, surat An-Nahl ayat 69) dan ada yang tidak beres
dengan perut saudaramu itu (madunya tidak diminum). Akhirnya Rasulullah
saw. sendiri yang meminumkannya madu dan saudara orang itupun sembuh.
(Shahih Muslim No.4107)
Minumlah
madu “Asli” 1-2 sendok makan 3x sehari (pagi, siang, dan malam).
Jika panas, Nabi menurunkannya dengan air (kompres)
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari
Nabi saw., beliau bersabda: Panas demam itu berasal dari didihan api
neraka Jahanam. Karena itu dinginkanlah derajat panasnya dengan air!.
(Shahih Muslim No.4093)
Hadis riwayat Asma ra.:
Bahwa
ia pernah didatangkan seorang perempuan gelisah yang menderita demam
lalu ia meminta diambilkan air untuk disiramkan ke dalam kerah baju
perempuan itu dan berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda:
Turunkanlah panas demam itu dengan air. Beliau juga bersabda:
Sesungguhnya panasnya itu berasal dari didihan api neraka Jahanam.
(Shahih Muslim No.4098)
Hadis riwayat Rafi` bin Khadij ra., ia berkata:
Aku
pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya panas demam itu
adalah panas yang berasal dari api neraka Jahanam. Karena itu
dinginkanlah panas itu dengan air. (Shahih Muslim No.4099)
Berobat dengan jintan hitam / Habbatus Saudah
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Rasulullah
saw. bersabda: Sesungguhnya pada jintan hitam itu terdapat obat untuk
segala macam penyakit kecuali kematian. (Shahih Muslim No.4104)
Biasanya di rumah Herbal Islami Habbatus Saudah ini banyak dijual.
Ketika sakit orang biasanya diberi makan bubur karena pencernaannya kurang baik:
Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw.:
Bahwa
apabila salah seorang anggota keluarganya meninggal dunia maka
berkumpullah para wanita kemudian mereka berpisah lagi kecuali keluarga
dan kerabat dekatnya lalu ia menyuruh diambilkan seperiuk sup terigu
kemudian dimasak untuk dijadikan bubur talbinah tersebut lalu dituangkan
ke atas periuk tadi, ia pun berkata: Makanlah bubur ini! Sesungguhnya,
aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Bubur Talbinah itu dapat
menyegarkan hati orang yang sakit dan dapat mengurangi sebagian rasa
sedih. (Shahih Muslim No.4106)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar